Limbanang-Humas – Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Limapuluh Kota berhasil menggelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan sangat meriah. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa ini bertujuan untuk menguatkan karakter dan kompetensi siswa sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Gelar karya P5 dengan Tema Kearifan Lokal yang bertajuk,“Maantaan Marapulai”. Tema yang menarik ini dipilih dengan pertimbangan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Pernikahan Maanta Marapulai adalah salah satu tradisi pernikahan adat Minangkabau yang sarat dengan nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Ini adalah momen penting yang mempertemukan dua keluarga besar, mempererat hubungan, dan memperkuat rasa persaudaraan di masyarakat.
Maanta Marapulai adalah simbol ikatan keluarga yang lebih dari sekadar arak-arakan yang mengantarkan mempelai pria ke rumah mempelai wanita. Prosesi ini, yang diiringi dengan doa dan harapan, menandai permulaan babak baru dalam kehidupan pasangan pengantin dan meningkatkan ikatan keluarga mereka yang kini resmi bersatu.
Pada hari pelaksanaan, suasana penuh kebahagiaan sangat terasa. Keluarga mempelai pria mempersiapkan segala sesuatunya dengan hati-hati, mulai dari hidangan khas Minangkabau, seserahan, hingga iringan musik tradisional. Dalam perjalanan menuju rumah mempelai wanita, arak-arakan dihiasi dengan tawa, nyanyian, dan doa bersama, menciptakan atmosfer hangat yang mempertegas nilai kebersamaan.
Rombongan disambut dengan baik di rumah mempelai wanita. Kedua keluarga menunjukkan penghormatan dan keakraban selama proses ini. Keluarga mempelai pria membawa hidangan, yang diterima dengan penuh syukur sebagai bukti persaudaraan yang lebih erat.
Maanta Marapulai juga menunjukkan komitmen kolektif orang Minangkabau. Dalam tradisi ini, kehadiran tetangga, sanak saudara, dan kerabat menunjukkan betapa pentingnya komunitas mendukung setiap tahapan kehidupan seseorang. Tidak ada yang merasa sendirian, karena kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam setiap langkah.
Dalam setiap langkah prosesi, ada doa, harapan, dan kegembiraan yang menyatukan dua keluarga dan komunitas secara keseluruhan. Tradisi Maanta Marapulai masih menjadi kebanggaan masyarakat Minangkabau karena nilai-nilai luhurnya. Ia tidak hanya sebuah tradisi, tetapi juga bukti kekuatan kebersamaan sebagai dasar kehidupan sosial.
Selama pelaksanaan proyek P5, siswa MTsN 2 Limapuluh Kota terlibat dalam berbagai kegiatan yang sangat menarik dan inspiratif ini.
Yudha oktarian siswa kelas VIII.1 salah satu peserta proyek P5, mengungkapkan rasa antusiasmenya, “Saya sangat senang bisa terlibat dalam proyek ini. Saya belajar banyak hal baru, terutama tentang pentingnya maanta marapulai dalam tradisi adat minangkabau. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Hj.Yuharniza, Kepala MTsN 2 Limapuluh Kota, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya proyek P5. “Proyek P5 ini merupakan langkah nyata kita dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila. Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi siswa dan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui proyek P5, diharapkan siswa MTsN 2 Limapuluh Kota dapat menjadi generasi muda yang memiliki karakter yang kuat, kompetensi yang mumpuni, dan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi madrasah-madrasah lain dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.(YM)

More Stories
Mahasiswa PPL UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Pamit Usai Bertugas di MTsN 2 Lima Puluh Kota
Pembagian Raport Semester Ganjil MTsN 2 Lima Puluh Kota, Ajak Siswa Raih Prestasi
Dua Guru MTsN 2 Lima Puluh Kota Rilis Buku Konten Lokal